”Barang siapa yang menyimpan perasaan arogan dan terlalu berbangga diri didalam hatinya, tidak akan masuk surga.” (Hadits Riwayat Muslim).

Akhir-akhir ini, saya melihat kenyataan hidup, apa yang dikatakan oleh Nabi Besar Muhammad SAW, seperti yang diriwayatkan oleh HR Muslim tersebut, memang merupakan dosa terbesar yang kerap kali dipelihara oleh para insan beragama.

Kenyataan yang terlihat cukup jelas baru-baru ini adalah munculnya arogansi dari Roy Suryo dan Blogger.

Kejadian yang diawali dari di deface nya situs depkominfo dan beberapa situs lainnya, yang menampilkan wajah Roy Suryo yang dikelilingi oleh wanita-wanita seksi, memancing komentar-komentar yang tidak baik dari Roy Suryo terhadap para Blogger dan Hacker.

WOW, disini jelas terlihat, bahwa Roy Suryo memang hanya seorang Pakar Multimedia saja, dan bukan Pakar IT. Karena Pemula dalam IT pun tahu, definisi dari blogger dan hacker.

Sebelum lebih lanjut, saya akan mencoba mendefinisikan beberapa petunjuk tentang arti dari Blogger dan Hacker tersebut.

Blog berasal dari Web Log, yaitu sebuah tulisan pribadi yang dimuat dalam sebuah halaman WEB, dan dipublikasikan secara gratis lewat media internet. Pemilik dan penulis dari Blog tersebut yang sering kita namakan sebagai Blogger.

Hacker merupakan seorang ahli dalam ilmu komputer yang:

  1. Menikmati penjelajahan sebuah program komputer dan mencari cara bagaimana memaksimalkan kinerja program tersebut hingga titik paling maksimum, yang tentunya berlawanan dengan kebanyakan pengguna program tersebut yang hanya mencari cara untuk menjalankannya saja.
  2. Menikmati membuat/pemogramman sebuah program dibandingkan dengan melakukan teori tentang pemrogramman itu.
  3. Mampu menghargai nilai dari sebuah kegiatan Hack itu sendiri.
  4. Mencari kelemahan dari sebuah system komputer, yang kemudian memberitahukan kelemahan dari system tersebut kepada Administratornya, dengan harapan si Administrator dapat memperbaiki kelemahan itu agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Sumber: Jargon Dictionary

Dari dua definisi diatas, jelas terlihat bahwa hacker dan blogger tidak mungkin melakukan tindakan perusakan terhadap situs orang lain.

Menurut pandangan saya, kegiatan deface yang dilakukan terhadap situs depkominfo dan beberapa situs lain tersebut jelas-jelas dilakukan oleh cracker (nah apalagi neh….. Cracker adalah seorang ahli komputer yang mencari kelemahan dari sebuah system komputer yang kemudian menggunakan kelemahan tersebut untuk melakukan perusakan baik untuk kepentingan sendiri ataupun hanya untuk membuat sensasi).

Namun, arogansi dari seorang Roy Suryo, menutupi kejadian yang sebenarnya dengan hanya memberikan pernyataan bahwa yang melakukan deface adalah Blogger dan Hacker.

Lantas kenapa beberapa blogger juga saya sebut sebagai arogan?

Arogansi/Pride sering diidentifikasikan sebagai hasrat untuk menjadi lebih penting atau lebih menarik dari orang lain, seringkali tidak mau memuji orang lain yang layak untuk mendapatkan pujian karena prestasinya, dan bahkan terlalu mencintai dirinya sendiri (egois).

Arogansi para blogger terlihat dari keinginan membela diri dan keinginan membuktikan bahwa mereka lebih baik dari Roy Suryo, dengan mengajak Roy Suryo melakukan dialog terbuka.

Namun dalam kenyataannya, pada saat dialog terbuka itu dilakukan, hanya sedikit sekali para blogger yang vokal tersebut yang datang ke acara itu. Hal ini membuktikan, bahwa arogansi para blogger tersebut hanya sebuah pendapat kosong belaka.

Memang beberapa blogger mencoba membuat (lebih tepat dikatakan oleh saya sih terlalu membuat-buat) alasan bahwa dalam kehidupan mereka ada yang lebih penting, mereka harus bekerja di hari jum’at (hari Dialog Terbuka), sehingga mereka tidak dapat datang ke acara tersebut.

Jika para blogger ini menganggap, ada yang lebih penting daripada hanya mendatangi acara Dialog Terbuka, lantas kenapa mereka harus cape-cape Kebakaran Jenggot? Karena ada seorang Pakar IT (Gadungan sih klo menurut saya mah, dia khan pakar multimedia…) yang mengatakan bahwa identitas mereka adalah identitas negatif.

Toh, seperti yang sering diucapkan oleh banyak orang dan sering dianggap sebagai kata-kata mutiara, Bahwa SILENCE IS GOLD. Terkadang untuk berdiam diri (tidak bawel) merupakan jalan keluar terbaik dari sebuah masalah.

Saya lebih senang dengan sikap KAPOLRI, jika ditanya wartawan, beliau akan menjawab dengan arif dan bijak.

Jika ada kasus besar, dan beliau ditanya oleh wartawan tentang kejadian perkaranya, beliau selalu menjawab dengan kata-kata “Kita tunggu saja hasil penyidikannya…” itu sangat menjelaskan bahwa beliau tidak mau asal berkata jika tidak ada bukti-bukti yang kuat untuk mendukung pernyataannya.

Contoh yang lain terjadi pada saat pengamanan Idul Fitri, ada salah seorang wartawan yang meragukan kinerja Kepolisian dalam mengamankan kelangsungan Mudik Idul Fitri dengan mengajukan pertanyaan “Bagaimana jika anggota anda tidak maksimal? Kecelakaan tetap terjadi dan Bahkan meningkat?”, dan dengan bijaknya Bapak KAPOLRI, Jend. Sutanto menjawab “Tolong ya, Anda-anda para wartawan jangan mendoakan seperti itu, karena hal itu tentunya tidak diinginkan oleh siapapun.”

Ya Allah, ampunilah dosa hamba ini, sesungguhnya hamba tidak ingin memberikan penilaian kalau hamba lebih baik dari orang lain, hamba hanya menginginkan petunjuk atas masalah ini ya Allah, dan semoga dengan membaca sedikit keluhan hamba ini, para pembacanya dapat kembali ke jalan yang benar, dapat kembali ke jalan Allah yang Sabar, Ikhlas dan Penuh tanggung jawab.
Kabulkanlah permintaan hambamu yang berdosa ini. Amien Ya Robbal Al’Amien.